Gugus Tugas Nagan Raya, Gelar Simulasi Penanganan Jenazah Covid19

Nagan Raya, Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Nagan Raya menggelar simulasi tata cara penanganan jenazah positif terinfeksi virus corona mulai dari persiapan awal hingga pemakaman jenazah.

Polres Nagan Raya dan tim gabungan TNI telah membentuk tim khusus penanganan jenazah pasien virus corona dalam upaya mengantisipasi penelantaran dan penolakan pemakaman jenazah pasien COVID-19. Tim yang berjumlah 10 personel tersebut dibekali latihan serta simulasi penanganan jenazah dari mulai rumah sakit hingga ke pemakaman.

Wakapolres Nagan Raya, Kompol Taufik Rahman, mengatakan simulasi penanganan jenazah COVID-19 digelar untuk melatih personel yang tergabung dalam timsus tentang tata cara mengurus jenazah pasien COVID-19 yang di pimpin langsung oleh dr.Edi Hidayat SP.PD sebagai penanggung jawab covid-19 RSUD-SIM. Simulasi sendiri dimulai dari ruang Isolasi RSUD Sultan Iskandar Muda hingga ke Pemakaman di desa Balng Sapek Kecamatan Suka Makmue, Selasa (21/4).

Juru Bicara Gugus Tugas Nagan Raya, dr Dedi mengatakan kegiatan tersebut adalah untuk mengedukasi semua pihak terkait, tentang bagaimana cara penanganan yang harus dilakukan sesuai prosedur terhadap jenazah COVID-19, untuk tujuan antisipasi atau persiapan.

“Simulasi ini untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi COVID-19. Jika nanti ada musibah, tim kita tidak canggung dan tidak kaku lagi, mereka sudah tahu tahapan apa saja yang dilaksanakan, mulai dari penanganan awal jenazah hingga pemakaman,” kata dr Dedi disela kegiatan simulasi.

Ia menyebut dengan digelarnya simulasi tersebut sehingga ada gambaran terhadap satu tim khusus yang terdiri dari 10 personel yang melibatkan personil TNI/POLRI, tim medis rumah sakit SIM, BPBD, dinsos dan PSC 119 dalam menangani jenazah pasien COVID-19. Semuanya harus sesuai dengan protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

"Tahapannya mulai dari menerima informasi dari rumah sakit, kemudian berangkat ke sana. Hal ini harus sesuai SOP bagaimana prosedur penggunaan APD, prosedur membawa jenazah COVID-19 ke ambulans sampai ke pemakaman," kata Dedi

Kemudian setelah dilakukan pemakaman, berlaku protokol saat kembali ke rumah sakit, sehingga personel yang menanggani agar tidak terpapar dengan tetap kembali dilakukan penyemprotan disinfektan terhadap personel. Selain itu juga bagaimana membuka APD yang harus dibuka bertahap (step by step) dan cuci tangan untuk menjaga kebersihan.

Simulasi dimulai dengan mempraktekkan cara kerja tim medis sejak berada di ruang jenazah. Ini langsung dilakukan di Kamar Jenazah RSUD SIM para petugas dengan menggunakan APD lengkap melakukan tugasnya sesuai prosedur, termasuk bagaimana melaksanakan fardhu kifayah terhadap jenazah sebelum dibawa ke mobil ambulan, terangnya.

Share this post

Pinterest
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait :